Selasa, 28 Mei 2019

Cara Seru Mengalihkan Perhatian Anak dari Gadget






'Menghindarkan anak dari gadget, emang bisa?'

Pasti banyak yang berpikiran seperti itu, ya Moms. Duh, impossible banget. Apalagi sekarang sudah era digital. Semua sudah terpapar gadget. Tua, muda, gak ada batasan. Bahkan anak umur 1 tahun pun sudah pintar memainkan jarinya di layar gadget.

Hal ini membuat para orang tua menjadi dilema. Ada ketakutan tersendiri jika anaknya bermain gadget terus menerus. Namun di sisi lain, gadget justru sangat membantu. Jika kita sedang dihadapkan dengan setumpuk pekerjaan yang harus diselesaikan, gadget bisa menjadi solusi.  Tinggal nyodorin gadget ke anak, udah deh, kita bisa bebas kerja tanpa ada gangguan. 

Sebagai orang tua, tentu saja kita menyadari bahwa hal tersebut sangat tidak baik. Efek buruknya akan dirasakan di kemudian hari. Tetapi kenyataannya, kita merasa sulit untuk menjauhkan anak dari gadget. Kalau tidak diberikan, malah kerjaan jadi terbengkalai, anak heboh gak karuan.

Jadi harus gimana, dong?


Sama nih, seperti Abang Gio. Kalau sudah lihat gadget, berasa sudah berteman lamaaaa. Lengket banget. Padahal umurkan masih kecil ya. Masih balita. Tentu saja keadaan ini membuat saya merasa bersalah bila melihat Abang Gio memegang gadget dalam waktu lama. So sad, Moms.


Bagi saya, lebih baik tidak memberikan dia gadget. Di usianya saat ini, gadget justru menawarkan dampak negatif buat dia. Dengan melewati berbagai cara, akhirnya saya menemukan teknik sendiri untuk mengalihkan perhatian Abang Gio dari gadget.


Dimulai dari Komitmen dan Niat Kuat

Sama seperti kita yang pengen banget diet, tapi apalah daya, brownies di depan mata tak bisa dielakkan. Uupss... Bila tidak komitmen dengan diri sendiri, tentu saja kita tergiur untuk memakan brownies tersebut. Hasilnya, diet gagal! Begitu juga dengan keinginan kita menghindarkan anak dari gadget, kita wajib komitmen ke diri sendiri, juga pasangan. Kita sama-sama membuat batasan, mau nya seperti apa. 


Ini adalah tantangan besar buat kita. Artinya, yang menjadi manager-nya anak kan kita. Anak tetap dengan kemauannya sendiri. Bila tidak ada kontrol dari orang tua, bisakah dia menjadi tertib dengan sendirinya?


Nah, saat itu saya mulai memantapkan hati. Mau sesibuk apapun, saya tidak mau memberi gadget sebagai solusi. Saya jelaskan ke suami bahwa saya hendak memulai petualangan, kira-kira seperti itu :). Kemudian kami sepakat dan mulai dengan petualangan tersebut.


Memulai Petualangan dan Berbagai Drama Setiap Hari

mengajak anak melakukan kreativitas (sumber gambar: pixabay)


Yang saya lakukan pertama sekali adalah memberi ruang kebebasan pada anak. Artinya, anak saya bebaskan bermain, di dalam maupun di luar rumah. Biarkan anak mengeluarkan semua yang ada dalam pikirannya. Anggap saja dia sedang menunjukkan kehebatannya. Karena sifat anak usia balita itu masih berpusat pada diri sendiri. So, be calm, Moms, bila rumah mulai berantakan dan tidak menyenangkan.

Kemudian, saya mengusahakan untuk tidak memegang gadget di depan anak. Ini penting banget. Orang tua juga harus mulai melatih diri, lho. Nada dering HP saya silent. Jadi, untuk menghindari bila ada teman yang menghubungi, saya mengatasinya dengan cek HP setiap waktu. Yah kadang setiap 30 menit sekali, atau 1 jam-an. Ini fleksibel ya. Kadang juga setiap menit kalau lagi ada yang dibahas sama teman, misalnya. Saya mengecek HP dalam kondisi tidak dilihat anak. Kalau ada teman yang menghubungi, saya tetap bisa membalasnya.

Nah kendalanya yaitu bagaimana jika ada yang urgent dan ada yang menelepon? Mau gak mau, anak pasti lihat kan? Apalagi kalau kita punya volume suara yang besar. Mau nelpon sembunyi-sembunyi pun, anak pasti tahu. 

Kebetulan saya juga mempunyai HP yang ada senternya, tau kan Moms, atau HP yang mini, yang bisanya cuma nelpon sama sms doang, sebut saja HP mini ya. Jadi saya bisa menggunakan HP mini tersebut untuk hal penting atau mendesak. Kadang juga kalo lagi nelpon, ponsel pintar tersebut saya selipin di buku, saya megang buku tersebut sambil berdiri biar gak kelihatan sama anak. Kemudian tangan yang lain memegang HP mini tadi. Jadi anak mikir kalo saya lagi telponan pake HP mini tersebut. Ckckckk... Kalo lihat HP mini, Abang Gio gak tertarik.... Wkwkkk..

Nah hari pertama, Abang Gio gak karuan. Sebentar-sebentar minta HP. Kalo kita jawab beragam alasan, dia malah minta laptop. Kadang main ultraman-ultraman, saking kesal sama mamanya. Tapi  mamanya ya sok sabar aja. Walopun gigi udah bertanduk. Ckckckk

Hari pertama  tantangannya sangat berat karena  masih ingat dengan gadget. Orang tua juga harus punya tenaga ekstra. Mengapa? Karena kita tidak akan berhasil jika membiarkan anak bermain sendiri. Kita juga harus ikut bermain bersama anak. Kalau diajak main bola, ayo. Diajak main pasir, jangan malas ya Moms! Nikmati saja. Bilang ke diri sendiri, i'm fine...hehee

Hari kedua, sama. Dia masih bolak-balik minta. Tidak jauh berbeda dari hari pertama. Masih maksa banget minta main gadget. 

Hari ketiga begitu juga, tapi durasinya sudah mulai berkurang. Maksanya udah mulai berkurang, walopun sedikit.

Hari keempat, keinginan main gadgetnya mulai berkurang lagi. Begitu juga di hari kelima, hingga keenam. 

Dan sampai di hari ke tujuh, dia lupa. Sama sekali gak minta HP ataupun laptop. Yes! Good job! Abang Gio mulai terbiasa bermain tanpa gadget. Mungkin dia bosan kali ya dengar alasan maknya terus-terusan. Sebenarnya saya ada niat mau kasih kebebasan di hari ketujuh. Boleh main gadget, tapi cukup 1 jam. Tapi saya berpikir, nanti kalau dikasih gadget, pasti dramanya mulai lagi seperti hari pertama. Dan akhirnya, saya putuskan untuk tidak memberi gadget karena suasana sudah lebih menyenangkan. Dan sebagai orang tua saya mulai merasa tenang.

Saya selalu membuat target per minggu. Saya tekadkan dalam hati, main HP nya cukup hari minggu saja. Itupun kalo ga sibuk banget, ya gak usah dikasih. Dan saya juga berhasil membuat Abang Gio dan gadget berjauhan. Dalam beberapa minggu setelah saya terapkan cara ini, dia jadi lupa sendiri. Gak heboh kayak biasanya. Tapi ya tetap saja, kalau saya pegang gadget harus sembunyi-sembunyi. Karena ya itu tadi, kalo sekali lihat, udah deh…. Drama pasti terjadi. Wkwkwkk

Setelah anak mulai lupa dengan gadget, hal selanjutnya  adalah orangtua harus menerima. Terima saja apa yang dilakukan anak. Ya, main di luar rumah. Bermain pasir apalagi kalau pasirnya di bawa ke rumah. Keluarin baju dari lemari, masuk kamar mandi sambil hidupin kran air, trus kamar mandinya ditinggalin. Pokoknya terima saja Moms, sambil jangan lupa urut dada yaaa…sabarrrrrr….. dulu kita seperti itu juga.


Yuk, kita mulai berlatih mengajari anak agar tidak keterusan main gadget. Dimulai dari kita ya, Moms.... You can do it!


12 komentar:

  1. Masi belum bisa konsisten ,ngurangi gadget ke anak.. Pas rewel dan sibuk terpaksa deh youtube channel little angel & cocomelon diputer..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang perjuangan berat ya, tapi semoga kita bisa membatasi penggunaan gadget ke anak :)

      Hapus
  2. yup, ortu juga tak megang gadget, betul itu, kadang kita suka larang2 pdhl dirinya juga masih pegang hp

    BalasHapus
  3. Iya, benar. Apa yang dilakukan ortu pasti ditiru anak, kudu waspada niiihhh :)

    BalasHapus
  4. Mom's Gio (AC) ... Kalau ibunya super sibuk and itu anak sama baby sister (BS) nya so pasti gak terkontrol donk,,, kadang juga BS nya kasih HP agar bisa mengerjakan kerjaan yg lain... Dilema lagi nih emak.... Please advice... ����

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai kawan, sepertinya namanya tidak asing...ckckck..
      Super sibuknya gimana? Semua juga sama-sama sibuk, menurutku kembali ke komitmen kita aja sih, pasti bisa kok...

      Hapus
  5. Kalau saya lihat seringnya gadget ini digunakan agar anak diam, karena kalau anaknya nggak bisa diam, ortunya kewalahan, he. Perlu latihan dan kegigihan memang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. benar sekali, semoga para orangtua bisa lebih strong dalam mendidik anak. :)

      Hapus
  6. Halo mbak Anita salam kenal yaaach 😘 Wah, emang susah2 bampang eeh banayakn susahnya ya melepaskan gadget dari anak2. Ada plus minusnya sih tuh HP.. bisa buat tugas sekolah dan bisa main game. Pintar2 nerkomunikasi aja sm anak 😘 Alihkan perhatiannya pada aktivitas olah tubuh..in sya allah bisa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal juga Mba Nurul. Benar Mba, zaman sekarang untuk anak sekolahan, HP memang sangat membantu dalam menyelesaikan tugas-tugas sekolah. Kalo zamannya kita dulu, ya kalau tidak bisa nyelesain tugas sekolah, pasrah aja dehh...hehee...

      Hapus
  7. aduh anakku juga ketagihan hp mbak...mksh tipsnya ya.bs dicoba nih nanti

    BalasHapus
  8. Nah, ini dia PR banget buat kita2 gimana cara mengalihkan perhatian anak2 mainin gadget hahaha :) Kalau aku sih suka memberikan waktu2 khusus/terntentu kapan anak2 boleh main HP dan kapan belajar serius. Perlu juga sih buat cari info bikin tugas. Anak2ku udah abegeh soalnya hehehe.

    BalasHapus

sumber: www.youmotorcycle.com "Bawa motornya jangan kencang-kencang, pelan-pelan aja! Kasian yang di perut..." Hayo...